Detail Berita

Termuda, Punya Dojo dan Prestasi

Teman-teman, Hafizh memang masih sangat belia. Meski begitu, dia sudah punya prestasi besar di dunia karateka. Coba deh baca kisahnya berikut ini.

Nama lengkapnya, Hafizh Cexarian Zondra. Dia adalah putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Ery Zondra dan Ratna Ningrum. Kini Hafizh duduk di kelas V SD An Namiroh Pusat. Penampilannya terkesan pemalu, terutama saat diwawancarai. Kalimat yang keluar dari mulutnya pun satu satu. Tapi kalau soal kiprah di olahraga bela diri memang hebat.

Gini-gini Hafizh adalah pemegang sabuk hitam Perguruan Shotokai di Dojo SD An Namiroh. Hebatnya saat ujian kenaikan tingkat meraih sabuk hitam, Hafizh ternyata jadi peserta paling muda. Ia mengambil sabuk hitamnya di Bali pada September 2013 lalu. Berarti usianya saat itu baru 11 tahun.

Sudah banyak kejuaraan maupun ajang seleksi diikuti Hafizh. Yang terbaru adalah Wirabraja Cup I Kejuaraan Shotokai Se-Sumatera 2014 di Padang. Hafizh tampil jadi yang terbaik di kelas Prapemula SD 30 Kg nomor komite. Dengan demikian ia berhak atas medali emas. Sementara di nomor kata, Hafizh juga tampil dan berhasil meraih medali perunggu.

''Di nomor komite saya harus turun bertanding sebanyak lima kali. Sedang di nomor kata tampil sebanyak tiga kali,'' kenang bocah berkulit putih ini pelan.

Hingga kini dia sudah mengoleksi sebanyak empat medali, terdiri dari dua emas dan dua perunggu. Sejumlah kegiatan yang pernah diikuti antara lain seleksi untuk Kejurda 2011, 2012, dan O2SN 2013. Lalu kejuaraan di antaranya Dandim Cup di Jogyakarta, Industrial Cup di Padang, dan Ikafior Cup di Pekanbaru.

Sebagai pemegang sabuk hitam, maka ada kewajiban untuk membina dojo (tempat latihan). Maka Hafizh bersama abangnya, M Kozimo Didamba (juga pemegang sabuk hitam) membuat Dojo Kutilang yang berada di kediaman mereka, Jalan Kutilang Sakti, Panam. Anggotanya sudah 16 orang.

''Meski masih kecil dan baru belasan orang, tapi anggotanya sudah ada juga yang berprestasi,'' ujar Ecep Supriyadi, sempai alias palatih Hafizh.

Awal mula ketertarikan Hafizh karena sang abang yang lebih dulu jadi karateka di SD yang sama. Selain juga berprestasi, Kozimo yang sering bepergian untuk ikut kejuaraan atau lainnya membuat peraih ranking 10 besar di kelas V ini ingin juga seperti itu. Tak disangka, perasaan yang sama juga dirasakan adiknya, Avana. Maka sang adik yang duduk di kelas I sekolah yang sama ini, pun ikut menekuni karate.

''Dulu orangtua mereka kurang mendukung. Tapi setelah melihat hasilnya maka akhirnya mendukung penuh. Bahkan kini ketiga anaknya,'' ungkap ustad Ecep, pelatih sekaligus guru olahraga mereka.

Berkat ketekunan dan prestasinya, menurut Ecep, kini Hafizh masuk status atlet PB Shotokai. Lainnya, jadi atlet Program P3A (Pusat Pembinaan Pelatihan Atlet) Pengda Riau, atlet binaan dojo P3A, dan atlet binaan O2SN SD An Namiroh.(*)

Share this post


Comments (0)

Leave a comment